SIMPLE STYLING: GAYA MUSIM HUJAN

Rekomendasi gaya pria di musim hujan

Terkait dengan perubahan cuaca drastis yang dialami seluruh dunia, termasuk petaka cuaca yang menimpa Jakarta dan Australia dalam waktu bersamaan, tidak ada waktu yang lebih tepat untuk mengubah cara kita membeli, memilih pakaian. Pakaian adalah limbah terbesar kedua di dunia, dan termasuk yang sangat susah diolah kembali.

Ketimbang membeli sesuatu yang baru dan belum tentu akan kita pakai di banyak kesempatan, coba lirik lagi lemari pakaian dan ubek-ubek isinya. Mungkin ada pakaian yang sudah lama sekali tidak dipakai, tapi justru amat berguna di musim hujan yang sedang dialami kita sekarang di Indonesia. Sedikit saran, bila pakaianmu sudah lebih dari enam (6) bulan tidak dipakai itu adalah waktu yang tepat untuk memberikannya pada orang lain. Apalagi kalau dalam periode 6 bulan itu saja kita masih terus membeli pakaian-pakaian baru.

 

Ide mix and match yang klasik

Dengan mix and match yang mudah diikuti, mungkin kita dapat mendapatkan gaya klasik yang dapat diadopsi terus kala menghadapi musim hujan. Gaya yang dapat dipakai di kesempatan santai maupun di kantor. Pria-pria urban dengan hari yang panjang membutuhkan kombinasi pakaian yang dapat menemani semua aktivitasnya seharian. Harus terlihat gaya dari pagi sama malam. Bisa? Cek rekomendasinya di bawah ini.

 

Siluet

Pertahankan siluet basic yang tidak kebesaran pun tidak kekecilan. Potongan yang dapat dieksekusi oleh semua bentuk badan. Terlepas dari trend oversized yang sedang diminati di mana-mana. Atau pertemukan dua siluet yang kontras, caranya? Pilih atasan yang cenderung lebih longgar dan pakai dengan celana yang lebih ramping. Visual yang kontras ini dapat menghasilkan proporsi yang menarik.

 

Celana

Tentu bila bekerja di kantor konvensional, kamu diharuskan punya celana kain. Saat ini sedang trend celana kain berpotongan basic atau longgar dengan detail lipit di bagian pinggang. Detail yang memberi nilai lebih, tak hanya rapi tapi juga gaya. Model celana lainnya yang bisa dipakai, jeans potongan basic dalam warna biru muda. Kepanjangan? gulung saja beberapa kali.

 

Sweater

Mulai dengan yang semua orang pasti punya, sweater. Lebih menarik kalau punya sweater dengan kerah V dan ternyata kita punya sweater dan celana dalam gradasi satu warna yang sama. Coklat gelap dan coklat terang, misalnya. Palet warna yang cenderung monokrom dan paduan barangnya punya nuansa retro yang menarik. Silakan lengkapi gayamu dengan sneakers putih. Jangan lupa, pakai sweater kerah V ini dengan kemeja putih dengan keras yang sesuai.

 

Cardigan

Rasanya semua orang pasti punya cardigan. Saudara dari sweater dengan bukaan pada bagian depan dan tambahan kancing. Pakai celana kain kantoranmu dengan kemeja putih dan sweater dalam kombinasi 3 warna yang maskulin seperti di gambar ini: coklat, putih dan abu-abu gelap. Lengkapi dengan sneakers atau pantofel hitam, tergantung selera dan pastinya lingkungan kerja.

 

Kemeja flanel

Pakaian satu ini menemukan lagi tempatnya di lingkup trend berpakaian pria modern. Flanel alias kemeja kotak-kotak dari bahan tebal dan bertekstur yang nyaman sekali dipakai di cuaca dingin. Bisa dikancingkan atau dipakai dengan kaos polos pada bagian dalam. Cocok dengan celana kain ataupun jeans. Kalau akan bepergian ke luar negeri, lapisi lagi kemeja flanel ini dengan jaket panjang (coat). Tak perlu takut dingin!

 

Blazer oversized

Kembali ke trend yang sedang digemari, blazer bergaya kasual dengan potongan kebesaran ternyata terlihat keren saat dipakai dengan apapun. Dari celana kain bersiluet lurus atau longgar sampai celana jeans dengan ujung kasar seperti di gambar di bawah ini. Sebuah jenis pakaian yang rasanya nggak akan pernah mati gaya atau terlupakan. Karena sejatinya dengan blazer gaya kasualmu naik setingkat lebih keren saat blazer muncul dalam kombinasinya.

Sebagai ide lain, bisa tampil monokromatik dengan memadukan jas atau blazer longgar dalam warna yang sama dengan warna celanamu. Lihat gambar di bawah. Ide berikutnya, blazer dengan motif kotak-kotak yang sudah sangat populer di era 60-an, lalu trend kembali di era setelah 2015. Ada nuansa retro dengan pesona besar yang susah ditolak dari blazer motif kotak-kotak ini. Kamu bisa padukan dengan kemeja polo di bagian dalam. Lebih bagus lagi jika blazer kotak-kotakmu punya warna yang kontras dengan kemeja polo.


 

Jaket model dekonstruktif atau semi coat oversized

Ini model jaket yang juga sedang digandrungi. Terinspirasi dari jaket tentara (tidak heran bila seringnya jaket model ini punya banyak kantong) yang kadang dibuat dengan model pundak yang lebih miring (ketimbang mengikuti siluet pundak kita) dan hadir dalam warna-warna klasik seperti hitam, biru, sampai coklat, atau bahkan dibuat dari bahan seperti denim. Dari wujudnya saja lumayan terlihat bahwa ini model jaket yang bisa bikin hangat. Kalau kantor sangat dingin, dianjurkan punya jaket keren seperti ini. Tidak akan menyesal.

Sebagai alternatif, bisa cari jaket model ini dengan motif kotak-kotak yang klasik.

 

Rompi atau vest

Bukan vest yang biasa dipakai di dalam jas, tapi rompi dengan bahan lebih tebal dari jaket, kanvas yang tebal atau parasut, dengan detail kantong-kantong di luar maupun dalam. Sangat terpengaruh gaya militer, karena biasanya dibuat dalam warna-warna army seperti hitam, biru, coklat maupun hijau.

Terlihat terlalu garang sekilas, ternyata rompi model ini cocok dipakai dengan apapun, dari kaos sampai kemeja – lengan panjang atau pendek. Yang jelas fungsi utamanya adalah menjaga kita tetap hangat, jangan lupa. Lalu, dengan kantong yang banyak kita bisa menyimpan semua keperluan saat harus pergi ke luar dalam waktu berjam-jam. Dompet, kacamata, ponsel, buku kecil mungkin.

Leave your vote

Comments

comments