COACHELLA 2020: RICH BRIAN & NIKI BAWA NAMA INDONESIA

Dua musisi muda asal Indonesia Brian Imanuel (sebelumnya dikenal dengan nama panggung Rich Chigga lalu berubah menjadi Rich Brian) dan Niki Zefanya (nama panggung: NIKI) baru mengumumkan bahwa keduanya menjadi sebagian pengisi festival musik terkenal Coachella. Keberhasilan keduanya mengisi panggung Coachella tentu tidak lepas dari peran besar label rekaman tempat mereka bernaung, 88rising.

Setelah viral di tahun 2016, Brian Imanuel bergabung dengan label 88rising yang menjadi keputusan tepat untuk karier rapper usia 20 tahun ini. Fast forward 4 tahun, musiknya menjadi lebih matang, namanya makin berkibar, produksi album-album termasuk video musiknya juga makin mantap, ia bahkan sudah tampil di beberapa talk show ternama di Amerika, termasuk menjadi bintang tamu di media-media mainstream Amerika.

Niki agak berbeda. Ia diajak langsung oleh Brian bergabung dengan 88rising setelah pindah ke Amerika di tahun 2017. Fokus pada aliran musik R&B, Niki merilis lagu pertamanya di bawah 88rising pada tahun 2018. Dari situ, Niki banyak muncul sebagai pengisi berbagai festival termasuk menjadi pembuka untuk Halsey saat tur dunianya di Jakarta dan Bali di tahun 2018. Cuma butuh 2 tahun bagi Niki untuk dapat muncul menjadi pengisi acara di Coachella.

Again, ini pasti tidak lepas dari manajemen yang bagus dari 88rising. Popularitas Brian dan Niki di media sosial, sampai aplikasi streaming musik seperti Spotify membuat keduanya menjadi favorit banyak generasi Z dan milenial yang memang pengadopsi aktif gaya hidup online (bahkan saat artikel ini ditulis, kami pun diperdengarkan “La La Lost You” yang diputar di coffee shop). Harus diakui, Brian dan Niki adalah musik yang didengar anak-anak muda zaman sekarang. Musik urban yang penuh pesan, tidak rumit, dan berbicara pada banyak orang. Coachella melihat popularitas mereka melonjak 2 tahun terakhir dan mungkin merasa saatnya membawa kedua bakat ini ke panggung lebih massive.

 

Read more: Kolaborasi Dior dan boyband K-pop BTS

 

Tapi apakah keduanya adalah orang Indonesia pertama yang menjadi pengisi acara di Coachella? Rasanya tidak. Sebelumnya sudah ada Dougy Mandagi, vokalis berdarah Manado, yang tergabung dengan grup The Temper Trap di Melbourne, Australia, dan juga menjadi pengisi acara di Coachella di tahun 2010 lalu. Itu adalah era sebelum Spotify (meski aplikasi ini diluncurkan tahun 2008), sebelum Instagram jadi bagian tidak terpisahkan hidup manusia urban.

 

What is Coachella

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Coachella (@coachella) on

Coachella sudah jadi festival musik yang selalu dinanti sejak akhir 90-an, namun baru benar-benar terkenal secara internasional di awal 2000-an. Menggabungkan elemen hiburan dan seni, Coachella rasanya makin dinanti sejak media sosial ikut meledak. Tercatat di tahun 2017, Coachella berhasil meraup 114.6 juta dollar AS dengan jumlah penonton 250.000 orang. Setelah hiburan dan seni, fashion menjadi elemen berikutnya yang mengekor sudut pemberitaan festival musik yang berlangsung di Coachella Valey, Colorado, Amerika Serikat ini. Gaya para selebriti dan influencer (termasuk dari Indonesia) yang menghadiri festival ini menjadi ulasan banyak media gaya hidup. Dan dengan Coachella yang berlangsung 2 pekan, Coachella dengan mudahnya menjadi headline media di seluruh dunia paling tidak hampir sebulan. Perlu dicatat, ini bukan festival dengan biaya kehadiran yang murah. Alias, kalau ingin nonton artis favorit yang mungkin akan jadi pengisi acara tahun ini siap-siap keluar uang banyak.

 

Read more: Celebrity barber, Enoch Sitompul

 

Dan seperti biasa, Coachella 2020 akan berlangsung di bulan April (10-12, dan 17-19). Waktu yang pas untuk menikmati festival musik luar ruangan. Brian dan Niki akan tampil di minggu pertama Coachella. Siapa yang tidak sabar melihat kedua bakat muda ini mengibarkan bendera merah putih dengan bangga April nanti?

Leave your vote

Comments

comments