What Is Your Watch?

Menemukan jam tangan yang tepat tidak sama dengan belanja pakaian. Meski beberapa dari pakaian yang kita beli bisa mencapai status klasik, tapi pakaian yang sama tidak bisa kita kenakan setiap hari, sepanjang tahun, seumur hidup. Jam tangan adalah item yang bisa melakukan hal itu – dari sekian banyak hal lain. Kamu bisa hanya memiliki satu jam tangan seumur hidup.

Saat umur kita 20, jam tangan yang kita inginkan berbeda dengan saat kita menginjak usia 30an. Sudah pasti. You want something fun, and age appropriate. Meski di umur 30an lebih pun, masih ada laki-laki yang ingin mengenakan swatch ketimbang jam tangan laki-laki yang lebih dewasa desainnya.

Jam dewasa ini, pada sebagian orang, bisa berumur sangat panjang. Kecuali kemudian mengalami rusak amat parah. Namun jam tangan ‘dewasa’ ini tadi sebenarnya jarang sekali rusak parah. Kecuali terlindas kendaraan.

Tentu, memilih fashion item yang sesuai dengan kita seperti mendapat bisikan. Menemukan jam yang cocok seperti itu rasanya. Menyukai desain, estetika, dan kesan yang didapatkan saat berada di pergelangan tangan. It’s not about brand, we think. You could love a brand for no reason. Tapi saat estetika itu berbicara lebih ketimbang brand yang melekat, itulah saat sebuah jam atau aksesori bisa jadi jodoh.

Banyak jam tangan laki-laki dewasa di luar sana, Panerai, Omega, Piguet, Tissot sampai Tag Heuer yang memasang wajah-wajah terkenal sebagai simbol dari nilai yang coba mereka promosikan dari jam itu sendiri. Everyman belongs to different watch. So are we. Dan karena nilai estetika itu pula, jam tangan-jam tangan dewasa ini kebanyakan harganya sangat mahal. They embody maturity itself. Hanya laki-laki dewasa yang bisa membelinya.

Jam tangan-jam tangan itu adalah simbol kemapanan. Nilai-nilai perjalanan hidup yang dipahami dan dijalani laki-laki dewasa, seperti kita. Well, it doesn’t have to be so expensive. Karena beberapa orang membeli jam tangan mahal, hanya untuk menunjukkan kemampuan finansialnya.

Saat ini, memiliki jam tangan pun harus memikirkan apakah koleksi kita akan cocok dengan jas yang sedang kita pakai, atau bagus terlihat dengan tumpukan gelang yang kita punya. Cukup stylish kah, apakah nanti akan menjadi klasik? Those kind of things. Pertimbangkan.

You’d be lucky if your grand parents gave you one of their Rolex. Apapun jenisnya, Rolex mewakili semua nilai yang kami sebutkan di atas. Terlihat bagus, bahkan di tangan laki-laki berusia 25 tahun. Masih keren saat bersama tumpukan gelang etnik yang kamu beli di Bali. Bagus pula dengan pakaian  apapun. Paham, kan? bila budget mu tidak terlalu besar, mungkin Michael Kors bisa jadi pilihan berikutnya untuk designer watch yang membawa melankoli yang sama.

What is your watch?