Trend Street Style Spring 2015 di Pitti Uomo

Juni lalu, trade show di Pitti Uomo, Florencia, Italia, mencapai usia ke-60. Bukan usia yang muda lagi tentu, untuk salah satu trade show men’s wear paling terkenal di dunia. Di momen ini lah para editor, fashion buyers dan siapapun yang terlibat di dalam bisnis men’s wear di seluruh dunia dipastikan hadir.

Namun tidak sejak tahun 2005 sepertinya, saat trend street style menjadi begitu besar, dan booming internet membuat informasi menyebar begitu cepat, para fashion insiders yang hadir di Pitti Uomo juga jadi subjek para fotografer. Karena personal style mereka yang unik, stand out, dan sudah pasti keren. Foto-foto street style itu memulai trend street style tersendiri, dan sudah 8 tahun rasanya sejak pertama kali saya menemukannya di internet.

Jika salah seorang fotografer fashion di luar sana cukup pintar, maka dia bisa membuat buku tunggal yang hanya memuat gaya-gaya terbaik pengunjung trade show terkenal ini dari tahun ke tahun. Of course, ada kategori street style untuk semua pengunjung fashion week di London, Paris, Milan dan New York, tapi untuk menswear, sudah pasti hanya Pitti Uomo yang unik.

Berbicara Pitti Uomo sudah pasti langsung terbayang dengan laki-laki super stylish dalam balutan suit dengan tailoring sempurna. Padu padan sartorial yang menawan. Semakin ke sini, Pitti juga menawarkan trend seru lain. Nggak cuma laki-laki degan power suit, atau flamboyant mono color suits yang sedang difavoritkan. Trend warna biru cukup identik dengan Pitti Uomo. Baik itu biru indigo artisan yang banyak datang dari mix and match denim. Atau, biru Riviera, maksudnya adalah gaya pesta pantai di musim panas yang banyak dikenakan laki-laki kaya. Gradasi biru, motif garis, chambray, celana bermuda, dan topi fedora berbahan rajut identik dengan gaya ini. Sampai gaya berantakan khas seniman, yang diwakilkan oleh celana jeans robek-robek, elemen denim, sampai detail-detail seperti kotor yang dibiarkan begitu saja.

Pitti Uomo adalah salah satu trend setter menswear terbesar di dunia. Kehadiran siapapun di sana sudah pasti tidak hanya ingin jadi bagian begitu dinamisnya bisnis menswear di sana. Tapi juga melihat gaya-gaya flamboyan para laki-laki yang peduli pada apa yang mereka pakai. Bukan metro sexual, tapi sartorial. Jadikan inspirasi. Lihat dan belajar dari mereka yang memahami cara berpakaian secara paripurna.

Comments

comments