The New Normcore

We call it first, ini adalah trend normcore yang baru. Bila sempat memperhatikan trend normcore yang muncul beberapa tahun lalu, maka trend gaya berpakaian satu ini semacam versi barunya. Mari kita dalami bersama. Dan yang menyenangkan, menurut kami, ini adalah trend yang cocok untuk semua laki-laki dan sangat mudah diaplikasikan.

Bila melihat elemen-elemennya, dan bagaimana kombinasi gaya ini terbentuk, ada pengaruh dari popularitas Vetements dan Balenciaga di tangan kreatif Demna Gvasalia. Infuse gaya Eropa Timur, yang di-mix dengan elemen sporty, preppy, juga vintage. Bila melihat foto-foto yang diambil dari Instagram Pauseshots ini (mereka mendokumentasikan inspirasi new normcore ini dengan rapi – must check the account) terlihat bahwa items yang dipakai seperti hasil belanja dari toko secondhand (thrift store), atau membongkar lemari pakaian kakek atau ayah, padahal mungkin tidak.

Items yang dipakai juga rata-rata sebenarnya ada di lemari pakaian kita semua. Celana kain yang agak kebesaran, jaket windbreaker era 80an, sweater, coat – semua dengan mood vintage dan clean. Warna-warna yang terlihat juga sangat netral, cenderung kalem. Hitam, putih, abu-abu, coklat dan semua turunannya, biru navy. Sesekali saja ada selingan merah, atau biru dan hijau yang tak begitu mentereng.

Trend ini juga memberikan napas baru dari gaya berpakaian konvensional. These looks have that conventional tone, namun jadi terasa keren atau hype. Apalagi saat dipasangkan dengan sneakers-sneakers hype yang mahal. Poin penting dari trend ini, harus terlihat agak kebesaran. Tapi tidak kelewat kebesaran.

Comments

comments