The Japanese Americana Style

Bila kamu pernah melihat laki-laki bergaya seperti pilihan gambar-gambar ini, dan bingung sebenarnya ini apa, then we found the answer for you now. Ini adalah gaya Japanese Americana workwear. Sangat populer di kalangan hipster, dan siapapun yang sebenarnya menyukai gaya yang mempertemukan preppy, dengan hippy, dan injeksi mood retro yang kental. Karena looks seperti ini memang sebenarnya berasal dari era 20-an hingga 60-an.

Inspirasinya berasal dari budaya pop vintage Amerika yang dikreasikan ulang oleh brand fashion asal Jepang, dengan aksen vintage, heritage yang membuat siapapun yang menyukai trend ini seperti senang berbelanja pakaian-pakaian bekas. Ironisnya, banyak desain gaya satu ini memang berasal dari apapun yang kesannya usang.

Ironisnya lagi, justru pakaian-pakaian yang terlihat usang ini sangat mahal. Karena material, dan cara pembuatannya sangat organik. Seperti denim atau kulit yang pewarnaannya dilakukan secara alami. Jadi jangan salah anggap ini gaya yang murah. Mereka bisa terlihat seperti tukang, gembel, laki-laki berkimono, senang memakai selimut dengan jahitan yang jelas di luar, parka berwarna biru indigo atau hijau camo yang usang dan motif-motif khas (kadang terlihat seperti motif Indian) di atas denim indigo. Ada pola yang bila diperhatikan sama.

Bila di Amerika ada Carhartt atau Levi’s, maka beberapa brand asal Jepang yang mendominasi pasar ini dan dikejar para hipster antara lain Visvim (John Mayer dan Kanye West kerap terlihat menggunakan brand ini. Paling jelas adalah kesukaan keduanya memakai FBT boots yang gabungan dari body moccasin dengan sol sneakers), Nanamica, Beams, Creep, dan United Arrows.

Bila mengadopsinya ke sisi yang lebih preppy, maka gaya satu ini akan membuat seseorang terlihat seperti aristokrat. Tapi bila kamu mencoba gaya yang lebih santai dan hippy, maka kamu akan terlihat seperti tukang atau ‘hampir’ gelandangan. Sort of. Dan trend ini sudah sampai ke Indonesia, dengan banyak laki-laki stylish Jakarta yang sudah mulai mengadopsinya. Beberapa brand clothing lokal juga sudah membuat outerwear yang terinspirasi dari trend ini – atau menyonteknya secara halus dari Visvim. Bila uangmu berlimpah, belilah Visvim dan terlihat seperti tukang. Bila uangmu tidak banyak, produk lokal itu bisa jadi alternatif.

Photo credit: Hypebeast, GQ, selectism, details, tumblr, pinterest.