The Conjuring: Watch Where You Live

Saat kenalan kami yang laki-laki pun mengatakan bahwa film ini benar-benar menghibur, dalam arti: menyeramkan, kami pun tak sabar untuk segera menyaksikannya di bioskop. Selama kami belum memiliki waktu untuk menontonnya, semua orang yang kami kenal sudah melihat ini di bioskop – semacam menanti untuk ditakuti. Bahkan, di luar negeri, pemutaran film ini menyediakan pastur bagi siapapun yang menjadi tidak tenang seusai menonton film arahan James Wan yang juga menyutradari Insidious dan Saw itu. Kami bukan tipe penonton yang memiliki ekspektasi tinggi, tapi kami selalu penasaran sejauh apa film ini bisa menghibur.

Bagi mereka yang bukan penggemar film horror tentu bertanya, apa asyiknya nonton untuk ditakut-takuti? di mana bagian menghiburnya? menjawab pertanyaan ini sama saja berusaha menjawab, apa bagusnya musik punk yang berisik bagi sebagian orang? atau mengapa sebagian orang menjadi penyuka sesama jenis? jawabannya sederhana, tapi tidak bisa dimengerti oleh orang-orang yang pola pikirnya standar. Jawabannya? cause it works for them. It entertains them. Mungkin tidak menghiburmu, tapi itu menghibur orang lain. Dan si pembuat film nggak peduli, bila kamu tidak menyukai film horror yang mereka buat. Begitu.

Well, here’s our review.

Menampilkan Vera Farmiga, aktris nominasi Oscar dengan bakat akting gemilang, kami semakin tidak sabar untuk melihat film ini. Formulanya cukup standar. Keluarga bahagia yang pindah ke sebuah rumah dan tidak menyadari bahwa rumah itu memiliki begitu banyak misteri menyeramkan. Membuat kami semakin yakin, agar sebelum pindah ke tempat baru siapapun harus melakukan background check. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Berdasarkan kisah nyata di tahun 70an, sepasang suami istri yang berprofesi sebagai cenayang dan ‘ahli ilmu persetanan’ berusaha membersihkan rumah yang sudah dikuasai setan itu. Setan yang begitu kuat, karena terkutuk hingga ke tanah tempat rumah itu berdiri. Begitu terkutuk, karena pemilik terdahulu juga ternyata adalah pemuja setan. Begitu terkutuk, pemilik rumah terdahulu tidak rela bila rumahnya diambil oleh pemilik baru.

Kengerian tentu berjalan maksimal. Dari penemuan ruang-ruang rahasia yang tentu menjadi kediaman mahkluk-mahkluk halus. Penampakan. Mulai dari moderate sampai yang sangat menyeramkan. Kesunyian panjang. Rumah dikelilingi kabut. Sampai Dentuman di dinding yang begitu mengganggu. James Wan begitu ahli menyajikan ketakutan dengan formula yang cukup klasik sebenarnya. Ada poltergeist, exorcism dan nuansa retro yang sebenarnya membuat semuanya makin mencekam.

Rumahnya kelewat besar. Ruang-ruang besar yang memang cukup meningkatkan turbulensi emosional. Perkakas rumah yang berumur, membuatmu yakin bahwa selalu ada sesuatu di balik pintu yang tertutup. Tiap lantai dan kayu akan berderit menyeramkan. Setiap benda mati mampu jadi perantara akan aksi mahkluk halus.

Are we satisfied? pretty much. Apalagi dengan 30% paruh akhir film yang mencapai klimaks dengan pas.