Tetap Gaya dalam Cuaca Panas

Dengan hanya memiliki 2 musim sepanjang tahun, kita di Asia tentu tidak akan pernah merasakan serunya mengenakan jaket berlapis-lapis. Mengenakan coat di tengah salju. Atau jalan menggunakan syal tebal saat musim gugur mendekat. Hanya panas dan dingin yang harus dikondisikan dengan pilihan pakaian kita sehari-hari.

And of course, saat ini daerah kita sedang menghadapi musim panas. Meski kadang diselingi hujan di waktu-waktu yang juga mengejutkan. Pemanasan global penyebabnya.

Sebagian orang tidak akan mau repot memikirkan gaya saat harus beraktivitas di tengah panas terik. Well, kamu tidak selalu berada di luar ruangan, kan? Jika kamu bekerja di industri kreatif, kemungkinan besar kamu akan lebih banyak berada di luar ruangan. Jika kamu bekerja di industri yang lebih serius, barangkali kamu akan selalu merasa nyaman ditemani pendingin udara. And there’s always people that hop from one meeting to another. Mereka punya kantor, tapi seperti nggak punya kantor juga.

Bagaimana kunci memilih pakaian saat cuaca membuatmu gerah, bahkan dengan pakaian yang kamu pakai? tidak perlu berlapis-lapis. Pilih material yang lembut. Tentunya jangan pilih warna-warna gelap yang semakin membuat gerah. Palet yang dominan antara lain putih, khaki, cream colors, pastel, varian warna biru, abu-abu, dengan kejutan warna hijau, merah yang kini menjadi fashionable colors di antara pakaian laki-laki.

Kemeja katun, celana pendek, kaos motif garis, khaki pants, kemeja lengan pendek, vest, blazer yang dikenakan dengan kaus, sampai celana kantor yang bisa kamu kenakan tanpa kaus kaki di sepatu. Untuk alas kaki, pilihan di musim panas yang sedang banyak diadopsi tentu sepatu-sepatu tanpa kaus kaki. Sneakers, loafers, boat shoes, oxford, brogue, sampai wingtip. Semua tanpa kaus kaki. Dan silahkan bereksperimen dengan warna-warna untuk sepatu ini.

Aksesori wajib selama musim panas? topi dan kacamata hitam. Make sure, personal style-mu tidak menghambat gerak yang harus lebih leluasa di tengah hawa panas.