St Ali Opens In Jakarta

Coffee shop satu ini hadir di tengah lesunya atmosfir minum kopi di kawasan Jakarta Selatan setahun terakhir. Budaya kopi, atau coffee culture tidak pernah benar-benar padam memang, tapi wilayah-wilayah seperti Jakarta Utara dan Barat mulai menyusul ketertinggalan mereka dengan menghadirkan beberapa coffee shop baru yang sayangnya memang butuh usaha untuk mencapainya.

St Ali adalah sebuah brand coffee shop terkenal dari Melbourne, Australia, yang sudah hadir sejak 11 tahun lalu. Baru di 2016 ini mereka melebarkan sayap di belahan dunia lain, dan Jakarta menjadi yang pertama di kawasan Asia. Penggemar kopi, penggemar coffee shop dengan gaya yang muda dan hip, terlebih di kawasan Jakarta yang selalu mengerumuni sesuatu yang sedang dibicarakan dengan cepat membuat St Ali yang beroperasi di bangunan Setia Budi 2 ini cepat populer.

Mulai melayani konsumen di Jakarta sejak akhir 2015, St Ali bekerjasama dengan Common Grounds Roastery dalam proses pembukaannya. Hubungan kedua pihak ini sendiri dimulai sejak 2014, saat Common Grounds mengundang beberapa barista St Ali ke Jakarta untuk berkolaborasi dan mengadakan workshop. Hasrat yang sama akan kopi membuat kerjasama kedua pihak ini semakin mudah.

Bagi yang pernah mampir ke St Ali di Melbourne boleh senang, karena St Ali Jakarta kurang lebih menghadirkan suasana yang mirip. Suasana sarapan dan makan siang yang digemari di akhir pekan, namun bisa dinikmati setiap hari, di mana kopi menjadi bagian tidak terpisahkan dari aktivitas yang kemudian khas dengan julukan “brunch culture” itu.

Pengunjung yang datang di St Ali Jakarta segera disambut open bar, deretan kursi dengan set outdoor, mesin kopi La Marzocco yang berukuran besar juga mengilap (terutama bila datang di pagi atau siang yang terang, mesin kopi yang keren ini mudah mencuri perhatian). Interior didominasi warna putih, section open bar lainnya di bagian dalam, dan detail kipas angin yang memberi aksen rustic yang cukup minimalis.

Well, menu sarapan dan makan siang yang tersedia cukup beragam, namun tetap dalam pengawasan tim St Ali Melbourne sendiri. Bila kamu adalah penggemar bacon, homemade sosis, telur orak arik, hash brown, atau sirloin steak khas St Ali pastikan luangkan akhir pekanmu untuk nongkrong di sana. Tidak terlalu mahal, Rp 150.000,- untuk sebuah paket sarapan yang sudah sangat mengenyangkan per-orang. Mereka buka dari jam 7 pagi hingga 10 malam.

It’s also a nice place for people-spotting. Coffee shop satu ini trendy di kalangan anak muda yang cepat menyerap dinamisnya budaya modern. Yang hadir selalu enak dilihat.

Comments

comments