Spotting Stylish Men in SoHo, New York

Berkesempatan mengunjungi New York pekan lalu, jadi kesempatan untuk mengamati apakah laki-laki di New York memiliki personal style yang seru atau tidak. Sejak mengikuti blog Scott Schuman, The Sartorialist, yang terkenal itu, siapapun pasti akan penasaran dengan gaya-gaya pribadi manusia yang menghuni salah satu Ibukota fashion dunia itu.

Tentu, New York bukan daerah yang kecil. Menjadi penghuni daerah Soho yang hip dan stylish hampir sepekan, saya meluangkan diri untuk mengamati seberapa dinamis dan stylish-nya penduduk asli New York. Dengan musim gugur yang baru saja dimulai, laki-laki di New York mulai mengenakan pakaian tak hanya cukup satu lapis. Mulai terlihat jaket, kemeja, sampai vest untuk menahan dingin yang mulai datang. Suhu malam tentu lebih dingin, dengan angin yang cukup sejuk.

Jam-jam berangkat kerja adalah waktu paling pas untuk mengamati personal style laki-laki pekerja di kawasan Soho. Seakan ingin menyesuaikan diri dengan ritme Soho yang begitu stylish, mereka yang tinggal di sana pun nampak mengadopsi ekspresi gaya yang sama. Bebas, rapi, tapi tetap ekspresif. Gaya urban yang seru untuk diamati. Orang-orang New York memang beda. Itu kesimpulan saya setelah mengamati mereka. Ada sisi rileks yang terlihat dari apa yang mereka pakai, namun juga flamboyan dari statement-statement yang tampak pada apa yang mereka pakai.

Khaki dengan kemeja putih yang dikenakan saat mengendarai sepeda, aviator dengan kaca reflektif yang dikenakan dengan setelan klasik khaki dan biru cerah, kaos motif garis dengan blazer kasual, turtle neck dengan celana kain yang semi formal, atau sekedar kaus kaki yang terlihat di balik ujung celana yang digulung. Setiap gaya mewakili detak jantung New York yang begitu aktif, seakan tak pernah tidur.