Photoworks: Jakarta Fashion Week 2014

Jakarta Fashion Week 2014 baru saja berakhir. Tujuh hari yang membuat siapapun yang datang, khususnya bila kamu datang setiap hari, kenyang dengan fashion itu sendiri. Kami memang portal yang mengkhususkan diri pada semua hal yang berbau fashion, style untuk kalian para laki-laki. Tapi, kesuksesan perhelatan fashion akbar milik Jakarta ini pada tahun keenam pelaksanaannya, ingin sedikit kami apresiasi. Di mana, suatu hari kami pun berharap agar para laki-laki, bisa menikmati fashion week lokal yang isinya murni menswear.

Dengan industri menswear yang terus bangkit bahkan jadi semakin besar 5 tahun terakhir, sudah saatnya ada sebuah acara khusus di mana menswear lokal benar-benar mendapat tempat. Menjadi fokus. Di mana buyers internasional bisa memperkenalkan brand-brand menswear lokal yang keren pada publik dunia. Di mana laki-laki yang bingung harus berbelanja kemana, bisa meluangkan waktu untuk melihat fashion market. We should have that immediately. Sounds good, right?

Jakarta Fashion Week 2014 menjadi bukti bahwa desainer-desainer fashion Tanah Air sudah jadi pemimpin di negeri sendiri. Setidaknya itu yang kami lihat. Nama-nama baru dengan bakat-bakat hebat yang bahkan sudah diakui sampai ke Hollywood. Masa depan industri ini di Tanah Air dipastikan cerah.

Sementara itu, Jakarta Fashion Week 2014 tidak melulu soal desainer-desainer lokal, karena seperti pada salah satu kedatangan editor-in-chief Men Style Indonesia, kami berkesempatan melihat dua label Jepang yang juga mempertunjukkan koleksi keren mereka di runway. Seperti deretan foto ini. Dari koleksi Somarta, serta Motonari Ono.

Bagi siapapun yang berada di luar industri fashion, gelagat pelaku industri satu ini barangkali tak pernah bisa dimengerti. Kecintaan memakai pakaian bagus, sama besarnya dengan perasaan aneh saat melihat model-model mengenakan rancangan-rancangan indah itu di runway. Belum lagi menyadari fakta, bahwa industri ini juga sudah memberi makan banyak orang. Bukan hanya memberi makan, tapi terus memutar kreativitas pemberian Tuhan. Agar otak terus berjalan. Tetap waras. You got to work. Tak habis inspirasi setiap seseorang usai menyaksikan ‘pementasan’ dari pinggir runway. Estetika yang memang, sampai kapanpun, hanya bisa dihargai oleh sebagian orang.

But then again, hidup tidak akan lengkap, mata rantai yang putus, tanpa industri fashion. You always need cloth to wear. And on certain level, you want more than clothes. You want beautiful clothes.