Paul Walker’s Last Ride

Saat franchise Fast and Furious dimulai 13 tahun lalu, tidak pernah ada yang menduga bahwa film-film dalam saga kebut-kebutan ini akan menghasilkan jutaan dollar, dan selalu ditunggu kelanjutannya. Saat kita berpikir bahwa rasanya cerita sudah habis, petualangan Brian O’Conner dan Dominic Toretto terus bergulir dan menjadi franchise terbesar sepanjang masa yang dimiliki oleh Universal Studios.

Munculnya franchise ini juga memperkenalkan kita pada bintang utamanya, Paul Walker. Aktor berkulit putih, tampan, berambut pirang, pretty boy dengan look yang tough dan memang seakan lahir untuk membawakan peran ini. Sebagian kritik mengatakan bahwa Paul hanyalah aktor biasa yang sebenarnya tak mampu berakting. Karena film laga sesungguhnya tak memerlukan banyak kemampuan akting.

Satu yang mereka lupa, bahwa setelah James Dean tak ada lagi aktor kulit putih yang bergelut di genre film laga kebut-kebutan. Tempat itu diisi oleh Paul Walker dalam franchise Fast and Furious selama 13 tahun terakhir, dan menjadikannya salah satu aktor papan atas di Hollywood. The Hollywood bad boy, aktor kesayangan, dan pujaan perempuan di seluruh dunia. Meski sempat menghilang di film ketiganya, namun film keempat dan seterusnya menjadi bukti bahwa franchise ini akan terus hidup dan mampu bercerita lewat sudut-sudut yang terus digali.

Sabtu, 30 November 2013, Paul Walker tewas dalam kecelakaan fatal yang melibatkan dirinya serta seorang teman dalam kendaraan yang mereka bawa di California. Paul baru saja usai menghadiri sebuah acara amal untuk korban bencana alam di Filipina. Paul meninggal tak lama setelah berulang tahun ke-40. Ia juga dikabarkan baru saja tinggal serumah lagi dengan putri tunggalnya yang berusia belasan tahun.

Tentu banyak pertanyaan muncul. Bagaimana nasib Fast 7 yang sedang dalam proses pengambilan gambar? Tentu tokohnya yang sudah begitu melekat tak bisa digantikan dan cerita harus berjalan tanpa Brian O’Conner. Padahal rencananya, franchise ini masih akan terus berjalan sampai film ke-10. Dengan kesuksesan gila-gilaan selama beberapa tahun terkahir, ini tidak mengherankan.

We lost a talent is for sure. The talent who brought back a genre which is rare and hard to interpret. The thrilling chase, between the speed. That excite us. Sleep well. You will always be missed, Paul Walker.