Elysium: Mitos Strata Sosial Futuristik

Menurut Elysium yang dibintangi Matt Damon ini, di masa depan, saat dunia sudah jadi begitu kacau dan populasi meledak, sebagian manusia bumi yang benar-benar kaya akhirnya memilih memisahkan diri. Mereka membuat hunian super modern di luar bumi, yang membuatnya menjadi semacam satelit, disebut Elysium.

Di Elysium yang berbentuk seperti roda dan punya atmosfir mirip bumi itulah, orang-orang kaya itu tinggal. Melanjutkan gaya hidup mewah mereka, bebas dari polusi, penyakit dan masalah sosial lainnya. Mereka bahkan nampaknya tidak bisa mati. Karena memiliki kapsul-kapsul yang bisa membersihkan penyakit seperti apapun dari dalam tubuh. Mereka juga mencegah agar manusia-manusia bumi bisa masuk ke atmosfir Elysium. Warga bumi yang tertangkap akan dideportasi. Bila mereka ingin menggunakan kapsul penyembuh itu pun tak bisa. Karena hanya warga Elysium yang terdata saja yang bisa menggunakan kapsul itu.

Tersebutlah Max, diperankan oleh Matt Damon, yang dari kecil bercita-cita untuk bisa pindah ke Elysium. Hingga dewasa ia tak pernah bisa mewujudkan keinginan itu. Sampai sebuah kecelakaan di pabrik tempat ia bekerja, membuat rencana-rencananya ke depan berubah. Belum lagi, saat ia berjumpa kembali dengan cinta masa kecilnya.

Bumi adalah wilayah yang sedih di film ini. Mengerikan membayangkan bila suatu hari kelas sosial dibawa ke arah extreme seperti itu. Yang kaya mampu terbebas dari penyakit, sementara yang miskin hanya bisa menunggu waktu sampai mati tak diobati. Pekerjaan-pekerjaan sudah didominasi oleh robot-robot. Elysium mengendalikan jalannya kehidupan dari luar bumi. Bahkan tentara pun sudah digantikan oleh robot-robot yang bisa bertarung dengan jagonya.

Film ini akan jadi salah satu dongeng masa depan, di antara film-film bertema sama, yang akan kita takuti jadi kenyataan. Jurang kelas sosial sampai di titik extreme. Manusia hanya pasrah, menunggu kehancuran yang semakin parah di atas permukaan bumi. Tapi jangan salah, film ini bukan drama. Ini adalah film laga fiksi ilmiah dengan set masa depan yang sangat jauh. Ini akan mengingatkan kita pada Total Recall, atau Oblivion. Bedanya, dosis baku hantam di film ini sangat keren. Tokoh Max di satu titik harus mengenakan semacam armor (badan robotik) yang menempel di badannya. Badan robotik ini yang kemudian membantunya berusaha mencapai tujuan akhir. Jangan lupakan deretan senjata yang muncul di sepanjang film. Kami harus bilang, persenjataan yang muncul di film ini adalah salah satu yang paling menarik yang kami lihat di film. Misalnya, senapan mesin yang bisa menembakan 5 peluru besar hanya dengan perbedaan kokang sepersekian detik. Lalu masing-masing peluru bisa meledak di luar badan target. Keren, mematikan.

Meski Matt Damon adalah tokoh utama di film ini, jangan kedipkan mata untuk penampilan mengagumkan Sharlto Copley sebagai kekuatan antagonis yang memiliki gangguan mental parah. Belum lagi kekuatan bertarungnya pun berada di atas siapapun yang bisa kita temukan di sepanjang film. Dia seperti sosok Terminator di Judgement Day. Gigih, sinting, tanpa ampun. Ada pula aktris pemenang Oscar, Jodie Foster yang memerankan salah satu karakter sentral di film ini.

Aksi laga, set masa depan, persenjataan canggih, efek digital yang mengagumkan. Kamu akan suka sekali dengan yang satu ini.